Juli 18, 2012

Fifty Shades of Grey (Fifty Shades #1)




Dari: Mr. Perfect
Subject: Siapa saya?
Tanggal: July 13 2012 14:52
Kepada: @alvina13

Kenalkan nama asli saya Christian Grey, tapi panggil saja Mr. Perfect. Kalau kamu Tanya saya seperti apa,  lebih baik saya deskripsikan saja dalam tiga kata.

Tampan, Kaya, Sempurna.

Pengalaman cinta?
Ah, untungnya saya tidak pernah jatuh cinta. Buat saya cinta hanyalah omong kosong belaka. Komitmen dan segala sesuatu di belakangnya membuat saya tak pernah mau merasakan  jatuh cinta.

Tapi tunggu dulu, itu sebelum saya kenalan sama cewek super lugu dan cantik suatu hari di kantor pribadi saya.
 
 
Jadi begini, suatu hari ada cewek yang mau mewawancarai saya, namanya Anastasia. Semenjak dia datang itulah, saya rasa saya mulai menyukainya. Saya mulai mencari tahu segala sesuatu tentang dia, rumahnya, pekerjaannya, sampai suatu hari kami bertemu lagi dan saya tahu bahwa dia juga menyukai saya.

Sebentar, saya harus mengakui sesuatu kepada Anda.
Saya punya kebiasaan yang berbeda dalam membina hubungan dengan wanita. Okelah, saya memang sudah sering dekat dan bermain-main dengan wanita, tapi itu pun hanya sebatas kontrak. Benar. Saya membuat kontrak dengan mereka semua.

Kenapa?
Begini..
Saya menyukai peran sebagai seorang Dominan jika berhubungan dengan wanita, Baik dalam keseharian maupun di atas ranjang. Bahkan bisa dibilang saya menyukai peran sebagai dominan di manapun saya berada.

Kali ini saya terbebani, maukah Ana menandatangani kontrak tersebut saat berhubungan dengan saya? Sungguh, saya benar-benar menyukai gadis ini, saya ingin memiliki dia seutuhnya, tapi tentu saja untuk itu ia harus menandatangani kontrak kami. Harus. Bagaimanapun caranya akan saya lakukan untuk menaklukan Ana.

Kamu boleh saja memiliki pikiran bahwa saya terlalu berambisius terhadap Ana. Tapi toh Ny. E.L James membuat tokoh saya sedemikian sempurnanya sampai apapun bisa saya dapatkan dengan mudah. Termasuk Ana, pastinya.


Christian Grey
CEO, Grey Enterprises Holdings Inc.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Dari: Ms. Naive
Subject: Kenapa aku?
Tanggal: July 13 2012 16:12
Kepada: @alvina13

Pertama kali aku melihat Mr. Grey, aku terpesona oleh dia. Semua tentang dia. Caranya menjawab pertanyaan, senyumannya, sorot matanya, terutama ketampanannya. Dan ketika dia tahu kalau dia juga menginginkanku, rasanya saat itu aku bisa menobatkan diri menjadi gadis paling berbahagia sedunia.

Bayangkan saja, Mr. Grey, Lelaki idaman banyak wanita malah mengejar-ngejar aku.

Aku juga nggak ngerti kenapa aku yang dipilih. Aku yang polos, yang naif, yang biasa biasa saja, dan sialnya kenapa Ny. James menokohkan aku menjadi si ugly duck yang tak punya keistimewaan barang satupun. Yeah, entah film apa yang sedang ditonton Ny. James saat membuat karakterku.

Apa, nonton Twilight?
Haree genee masih nonton Twilight?

Hmm.. mungkin aku harus menonton film itu juga. Memang sih banyak yang bilang karakterku seperti duplikatnya Bella. Eh siapa juga yang mau disama-samain dengan orang lain? Kalau boleh milih, aku minta ditokohkan seperti Kate, sahabatku. Ya, cewek berambisius, kaya, cantik dan kadang juga bersifat dominant.

Pasti jalan cerita akan seru donk kalau si Grey yang dominant Vs Aku yang juga Dominan. Bukan model Pasrah aja kaya Ana yang sekarang. *sigh

Tapi tak apalah. Tok dengan jadi Ana yang begini, tetap membuat buku ini laris. *senyum ngeliat pundi pundi di celengan.



Kembali ke Grey, percobaan kami beberapa kali di atas ranjang bisa dibilang sukses sih, tapi aku masih belum menandatangani kontrak tersebut. Kenapa?

Jual mahal dikit doonk. 

Padahal sebenarnya aku sudah mengiyakan berkali-kali, hanya saja rasanya ada yang tidak pas dengan semua aturan-aturan yang tertera di kontrak tersebut. Enak aja dia mau njadiin aku sebagai Submissivenya doank, I want more. Give me More!

Tapi kita lihat saja nanti, bagaimana kisah kami berlanjut.
Sementara ini aku tidak mau berkomentar banyak.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Dari: @alvina13
Subject: Jadi begini…
Tanggal: July 13 2012 16:51
Kepada: yang akan menjadi saksi hubungan dua orang di atas

Keinginan gue buat baca buku ini sebenernya berawal dari twitter. Iya, tengah malem ada yang ngetwit ngasih info kalau ini buku bakal diterjemahin di sini (Indonesia). Jadi muncul ide untuk membaca versi aslinya lalu membandingkannya (kelak) dengan buku versi terjemahannya (kalau jadi dicetak dan diterbitkan). Bagaimana versi smooth yang katanya akan digunakan dalam versi terjemahan itu yang sebenarnya membuat gue dan beberapa orang temen penasaran.

Awalnya satu dua orang, lalu nambah-nambah-dan nambah lagi yang ikutan.

Tadinya gue pikir ini novel punya jalan cerita utama menarik, terlepas dari fakta bahwa sebenarnya cerita ini versi pengembangan ficfan nya Twilight. Seperti info yang gue dapet dari sini

As was reported in the Washington Post, the 50 Shades of Grey trilogy has its origins in Twilight fan fiction. James took Bella and Edward, placed them a few years in the future in Seattle, and called the book Master of the Universe. That book was published on FanFiction.net. James reportedly rewrote the story to remove the Twilight influence, adding new characters and situations. Edward's character became Christian Grey and Bella was re-imagined as Anastasia Steele. All paranormal elements were removed -- there are no vampires whatsoever. This new work is what readers are getting when they buy 50 Shades of Grey edition published by The Writer's Coffee Shop.

Tapi ternyata gue salah. Novel ini tidak punya kekuatan dalam jalan cerita utamanya. Entah karena baru buku pertama atau bagaimana, tapi yang didapatkan dari buku ini hanya kisah perkenalan Ana dan Grey yang gitu-gitu aja. Si Grey yang ngebet biar Ana mau teken kontrak, dan si Ana yang malu malu kucing buat teken kontrak sama Grey.
Si Grey yang super kaya memfasilitasi dan pelan-pelan masuk mendominasi kehidupan Ana dan Si Ana yang plin plan mau ngelanjutin atau nggak hubungan dia sama Mr. Grey.

Ada pendapat bahwa mereka yang suka hal-hal romantis akan suka sama buku ini, tapi nyatanya pendapat itu tidak berlaku buat gue. Lalu alur ceritanya yang lambat banget. Terhitung gue sempat lima kali jatuh tertidur saat membaca buku ini, ya, karena saking lambatnya berasa ngejar ngejar siput.



Nah, terus kenapa gue kasih dua bintang? yang membuat nilai plus buku ini adalah gue penasaran bagaimana masa lalu Mr. Grey sebenarnya. Mengapa dia memiliki keinginan yang kuat sebagai seorang Dominant padahal di cerita pun sebenarnya dia tak bermasalah jika harus berhubungan yang biasa-biasa saja (seperti saat test drive *mengutip ungkapan Mbak Dewi* pertama dia dengan Ana). 
Lalu cover yang keren, menurut gue loh, yang sebenarnya sudah bisa ditebak sih itu dasinya siapa buat apa, somehow tetep aja keliatan elegant gitu..

Kesimpulan gue setelah khatam baca buku ini?
Dua bintang aja cukup. It was Ok kalo kata Goodreads, tapi gue juga ngga yakin versi Indonesianya dapet berapa bintang (kalo jadi diterbitin lho yaaa). :p

Lalu isinya yang tersebut fenomenal?
Memang banyak adegan ‘ehem’ nya, dan ‘ehem-ehem’ yang ‘beda’. Ngga terlalu sadis sih (ya iyalah mana mungkin si Grey tega sama Ana). Mungkin karena di buku ini dicantumin kontrak (yang berkali kali muncul, direvisi, muncul lagi di bab-bab berikutnya, yang membuat gue bosen dan garing tapi juga membuka pengetahuan baru tentang apa itu Dominant dan Submissive).

Jadi, gimana, masih pada mau baca buku ini? Memang heboh banget sih kalau di luar negeri, tapi menurut gue buku ini biasa saja.

Tapi kalo penasaran ya.. gue saranin baca aja review temen-temen lainnya. Baru memutuskan bakal baca atau ngga.
....
Kalo masih memutuskan untuk baca, well.. jangan malem-malem pas di kasur, entar kasusnya kayak gue.
..
....
.....

.....

.........




@alvina13
Emak-emak yang terperangkap dalam tubuh gadis manis.




Judul Buku :  Fifty Shades of Grey (Fifty Shades #1) 
Penulis : E.L James
Format : e-Book
356 pages
Published 2011 by The Writer's Coffee Shop








13 komentar on "Fifty Shades of Grey (Fifty Shades #1)"
  1. haloo. boleh minta e-book Fifty Shades of Grey ini? cari kemana-mana gak ada >< thanks before

    BalasHapus
  2. Hai Marchella. Boleh, kamu mention aku di twitter @alvina13 aja ya, buat kasih tau alamat emailmu apa :)

    BalasHapus
  3. aha ... so kesimpulannya BDSM-nya tetap bisa bikin mbak vina tertidur dengan lelap ya ?? hahaha...

    BalasHapus
  4. weh?? diantara #50united aku doang yang ngasih rating 3?

    BalasHapus
  5. @hobby : hahaha.. ketidurannya bukan di bagian itunya sih.. XD

    @mbak desty : bintang tiga mbak? kereeeenn :D

    BalasHapus
  6. Baru liat gambar2 lucunya disni...
    siputnya imyuuut bgt xD

    BalasHapus
  7. Wkwkw, asiik bener reviewnya mbak :D

    BalasHapus
  8. jatuh cinta sama reviewnya hahaha <3
    dan kayaknya suka nih sama mas grey tapiii..... pernah baca kalo belom 21 jangan bacaa *yang muda melipir ke samping*

    BalasHapus
  9. aku nulis reviewnya juga. mampir ya :)http://dyah-kasita.blogspot.com/2012/12/yes-i-read-50-shades-of-grey-trilogy.html thank youu :)

    BalasHapus
  10. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  11. Jodoh itu memang ky ana n grey_ yg kalem pasrah sm yg dominan_ mending kalem sm kalem msh bakalan awet_ drpd dominan dg dominan ga bakalan awet krn sm2 ingin di nomor satukan

    BalasHapus
  12. Salut buat mba Alvina buat rewiew na_ unik banget

    BalasHapus
  13. Kita ngaak terlalu sependapat sih. Tapi reviewmu tetep lucu dan menyenangkan untuk dibaca xD

    BalasHapus

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Salam,

Salam,